Berjaga dengan setia di dalam Pengharapan

Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. – 1 Tesalonika 4:14

Hidup sebagai orang percaya adalah hidup dengan pengharapan pasti. Orang percaya tidak lagi hidup dengan berharap, namun hidup dalam harapan, karena harapan bagi orang percaya adalah suatu kepastian. Terutama, harapan akan keselamatan setelah meninggal. Kita tahu dan sangat menyadari bahwa semua manusia akan meninggal pada waktu yang ditentukan oleh Tuhan. Namun yang sering kali menjadi pertanyaan adalah kemanakah manusia setelah meninggal?

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di tesalonika menegaskan bahwa orang yang percaya kepada Yesus yang telah mati dan bangkit, adalah orang yang punya pengharapan, yaitu pengharapan dikumpulkan oleh Allah untuk bersama-sama dengan Dia (Ay.13-14) – pengharapan keselamatan. Untuk itu, tidak perlu menjadi pertanyaan lagi bagi kita orang percaya mengenai keberadaan manusia setelah meninggal, karena sudah pasti akan bersama-sama dengan Dia.

Maka sekarang yang menjadi hal utama bagi hidup orang percaya adalah bukan memikirkan keadaan dan keberadaan setelah meninggal, tetapi justru memikirkan mengenai apa yang harus dikerjakan selama hidup sebelum meninggal. Sudah kita bahas bahwa kematian adalah hal yang pasti, namun mengenai waktunya kapan kita semua tidak ada yang tahu pasti, oleh sebab itu orang percaya perlu untuk mempersiapkan diri (berjaga) terus menerus (setia) agar kapanpun Tuhan menghendaki untuk meninggal, kita kedapatan sudah berjaga dengan setia dalam pengharapan dari-Nya.

Persoalannya sekarang, bagaimana dan apa yang harus dilakukan manusia sebagai wujudnyata berjaga-jaga? Pada pasal sebelumnya dalam bacaan ini, berisikan mengenai nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika mengenai hidup kudus seperti Allah yang Maha Kudus. Itu berarti bahwa panggilan hidup bagi orang percaya adalah hidup kudus.

Hidup kudus dalam teks ini ditulis dengan kata Yunani “Hagiasmos humon” yang mengandung maksud “keadaan baik bagi seluruh aspek kehidupan”. Itu berarti mulai dari motivasi hingga tindakan yang diwujudkan manusia selama hidup, haruslah mencerminkan kebaikan Allah (Kekudusan Allah). Dengan demikian maka sudah jelas bahwa sebagai bentuk berjaga-jaga, kita perlu mengusahakan hidup kita untuk senantiasan melakukan yang baik dengan motivasi yang baik pula. Hal ini tidak cukup hanya dilakukan satu hingga dua kali saja, tetapi terus-menerus (dengan setia) harus kita lakukan karena kita adalah orang-orang yang sudah hidup dengan pengharapan pasti akan keselamatan dari Tuhan. Tuhan memberkati. Amin.