BERDOA DAN BERJAGA-JAGALAH!

Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. -Markus 13:33

Pada minggu ini kita telah memasuki masa adven 2020. Kita tahu bahwa masa adven adalah masa penantian/menunggu kelahiran Yesus Kristus. Merupakan sukacita besar bagi umat Kristiani untuk menyambut hari kelahiran-Nya. Oleh karena itu, sudah semestinya penantian/menunggu dilakukan dengan sukacita pula. Namun perlu kita sadari bahwa menunggu adalah hal tidak selalu menyenangkan, karena dibutuhkan kesetiaan dan kesabaran. Apalagi kita menyadari pula situasi dan kondisi saat ini, ada banyak hal yang mampu menjadi godaan/ancaman kesetiaan kita di tengah penantian kita atas kelahiran-Nya. Misal, ibadah dibatasi umur, mengunjungi sesama dibatasi untuk tidak bersentuhan, dsb. Itulah sebabnya melalui bacaan hari ini kita dipanggil/diingatkan untuk senantiasa berdoa dan berjaga-jaga agar kesetiaan kita tetap sampai pada akhirnya Ia datang yang kedua.

Memang, bacaan hari ini merupakan bagian akhir dari kotbah Yesus mengenai akhir zaman. Itu berarti penantian yang dilakukan adalah penantian akan kedatangan Tuhan yang kedua, bukan sekedar kelahiran manusiawi Yesus, namun kelahiran baru yang akan dialami oleh setiap umat Tuhan yang setia sampai akhir. Oleh karena itu, panggilan untuk bedoa dan berjaga-jaga justru perlu untuk lebih ditekankan, karena manusia tidak tahu kapan tiba saatnya itu terjadi (Ay.33). Itu sebabnya pula dalam bacaan ini Yesus sangat menekankan kepada para murid (termasuk kita yang hidup pada masa ini) untuk senantiasa berdoa dan berjaga-jaga sampai akhir.

Melalui bacaan ini, Yesus menganalogikan kedatangan Tuhan yang kedua dengan perumpamaan seorang tuan yang hendak bepergian dan mempercayakan tanggungjawab kepada para hambanya, masing-masing sesuai dengan tugasnya. Para hamba dimintanya untuk berjaga-jaga sampai tuannya kembali, jangan sampai ketika Tuan pulang, mereka sedang tertidur. Itu berarti bahwa para hamba diminta untuk setia melakukan tanggungjawabnya sampai akhirnya Tuan pulang kembali. Tetapi masalahnya, kapan sang Tuan pulang mereka tidak tahu pasti waktunya. Hal ini mengandung makna bahwa Tuhan Yesus memerintahkan kepada seluruh umat untuk setia melakukan tanggungjawabnya sebagai umat Tuhan sampai akhir, berjaga-jagalah selama hidupnya sampai kedatangan Tuhan yang kedua.

Kembali kepada soal penantian/menunggu. Menjadi cukup berat ketika harus menanti/menunggu, namun yang ditunggu adalah hal yang tidak pasti waktunya. Demikianlah yang kita hadapi saat ini, kita tahu bahwa kedatangan Tuhan yang kedua itu pasti terjadi, namun kita sendiri tidak tahu pasti kapan waktu terjadinya. Itulah sebabnya kita perlu untuk senantiasa berdoa dan berjaga-jaga sampai akhir, kita perlu setia dan sabar dalam menantinya. Lalu pertanyaannya sekarang adalah bagaimana bentuk berjaga-jaga yang harus kita lakukan?

Mengingat sekilas perjalan hidup Yesus, Ia taat sampai akhir kepada Allah Bapa. Meskipun ada banyak tantangan yang bisa menggoyahkan-Nya namun Ia tetap taat dan setia sampai akhir. Maka, itu pulalah yang perlu kita lakukan sebagai bentuk berjaga-jaga. Tetap taat dan setia sampai akhir. Contoh sederhana, kita tidak tahu kapan berakhirnya pandemi ini, maka tetaplah setia dan taat pada protokol kesehatan, menerapkan 3M meskipun kadang terasa membosankan, pengap dsb. Tetaplah melakukan tanggungjawab beribadah dan atau persembahan meski masih harus dilakukan di rumah secara online. Demikian pula bagi majelis Gereja, tetap taat melayani Tuhan melalui gereja-Nya dalam memelihara iman jemaat. Menyediakan tuntunan ibadah bagi jemaat (online atau cetak bagi yang tidak bisa akses online), menjadi media bagi jemaat untuk menyampaikan persembahan, memastikan terpeliharanya iman jemaat meski melalui virtual seperti videocall dsb. Tentu masih banyak hal lain lagi diluar contoh diatas, namun yang perlu kita garis bawahi adalah setialah untuk taat, melakukan tanggungjawab kita sebagai apapun kita, karena itulah yang Tuhan percayakan kepada kita dan harus kita pertanggungjawabkan sampai akhir, jangan sampai kelak Tuhan datang yang kedua kita kedapatan sedang tertidur. Amin.