Saling Membangun dalam Ketaatan

Bacaan : Hakim-hakim 4:1-7

 

Alkitab sebagai pedoman umat percaya pernah mengungkapkan bahwa “taat mendapat berkat tidak taat mendapat kutuk”. Bagaimana respon umat tentang hal tersebut? Biasa-biasa saja? Atau umat akan hidup lebih berhati-hati? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, di butuhkan pengalaman iman berelasi dengan Tuhan Allah. Relasi dan keintiman dengan Tuhan Allah akan menentukan dari setiap jawaban atas pertanyaan tersebut diatas.

Kitab Hakim-hakim merupakan bagian dari sebuah rangkaian panjang sejarah umat Tuhan Allah yang pernah diuraikan dalam kitab Ulangan hingga Kitab 2 Raja-raja. Kesemuanya mengungkapkan tentang pengalaman iman umat Israel sebagai umat pilihan Allah di tanah Perjanjian. Kitab Hakim-hakim juga mengungkapkan mengenai pengalaman iman suku-suku Israel ketika mulai berada di tanah Kanaan. Pada saat itu, Tuhan Allah memilih secara khusus pemimpin-pemimpin mereka dengan sebutan “Hakim-hakim”. Hakim-hakim ini bertugas memimpin umat Tuhan Allah atau suku-suku Israel melawan musuh-musuh mereka.

Supaya Umat Israel mampu bertahan sebagai satu bangsa maka syarat yang harus dijalani adalah setia dan taat kepada hukum Taurat serta beribadah hanya kepada Tuhan Allah. Ketika umat Israel dalam menjalani kehidupannya setia kepada Tuhan Allah maka mereka akan tetap bisa tinggal di tanah Kanaan serta senantiasa menerima berkat dari Tuhan Allah. Namun jika umat Israel beribadah dan menyembah allah-allah lain maka mereka akan merasakan hidup dalam penjajahan musuh-musuhnya.

Bacaan pagi ini memperlihatkan bagaimana umat yang “mempermainkan imannya” kepada Tuhan Allah? Ketika dalam kepemimpinan Yosua terlihat jelas bagaimana pertumbuhan iman mereka. Selanjutnya, kehidupan iman mereka naik turun hal ini terjadi setelah kematian Yosua. Kehidupan iman umat Israel mulai tidak setia dan tidak taat kepada TUHAN. Hidup umat Israel mulai menjauh dari  TUHAN Allah dan menyembah allah-allah lainnya.

Perkembangan iman umat Israel yang demikian tersebut, tentu membuat Tuhan Allah murka dan menghukum mereka. Semua kebaikan Tuhan Allah dilupakan oleh umat Israel. Misalnya, Umat Israel sudah dilindungi, disertai bahkan di berkati dengan melimpah melalui perjalanan panjang dari Mesir hingga ke tanah Kanaan, tanah perjanjian.

Ketika kehidupan mengalami kesengsaraan dan imanya mulai berada pada titik terendah, mereka berseru kepada Tuhan Allah. Tuhan Allah sungguh luar biasa mengasihi umat ini, setiap kali berseru Tuhan Allah memberikan pertolongan dan membangkitkan seorang hakim bagi umatNya ini. Adapun tugas hakim pada waktu itu adalah menyelamatkan umat Israel dari musuh-musuhnya sehingga mereka terbebas dan berelasi dengan Tuhan Allah.

Belajar dari pengalaman umat Israel ini, panggilan bagi umat adalah mari umat selalu mengembangkan relasi, komunikasi dengan Tuhan Yesus. Umat harus menumbuh kembangkan dan membangun keintiman dengan Tuhan Yesus agar supaya hidup iman makin selalu bertumbuh dan berakar. Umat harus selalu ingat bahwa “taat mendapat berkat dan tidak taat memdapat kutuk”. Mari rasakan berkat-berkat Tuhan Yesus melalui pengalaman iman secara pribadi. Tuhan Yesus memberkati. Amin